Cuaca Ekstrem Pegunungan Papua: Rahasia Fisika di Balik Siang Terik dan Malam Dingin

oleh -256 Dilihat
Hukum kesetimbangan panas. (Generate Gemini AI)

Tadi siang sa dapat telpon dari mama tentang cuaca. Siang panas sekali dan malam dingin sekali. Tanaman nampak mengering dan layu. Tanah mennadi kering dan kolam air pun ikut kering. Tanah di sekitarnya sedikit terbelah-belah….dan seterusnya. Ini adalah fenomena alam. “Siang hari panas sekali, tetapi malam hari dingin sekali.”

Keluhan itu pun datang dari seorang warga di Nabire. Katanya: daerah panas tapi malam terasa dingin. Entahlah..

banner 336x280

Keluhan seperti ini beberapa pekan ini hampir mendengar keluhan warga di berbagai wilayah pegunungan Papua, termasuk juga di Papua Tengah seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan sekitarnya.

Dalam fisika, kondisi ini dapat dijelaskan melalui –hukum kesetimbangan panas–. Setiap benda selalu berusaha mencapai keseimbangan suhu dengan lingkungan sekitarnya. Pada siang hari, permukaan tanah menerima energi panas yang besar dari Matahari. Tanah, batu, dan atap rumah menjadi panas karena menyerap energi tersebut.

Namun, ketika malam tiba, sumber panas dari Matahari hilang. Permukaan tanah kemudian melepaskan kembali panas ke atmosfer dan ruang angkasa. Karena udara pegunungan Papua relatif tipis dan sejuk, proses pelepasan panas berlangsung lebih cepat. Akibatnya suhu lingkungan turun drastis dan udara terasa sangat dingin.

Dengan kata lain, panas yang diterima pada siang hari tidak tersimpan lama. Alam terus berusaha mencapai kesetimbangan panas antara tanah, udara, dan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya masyarakat Papua sering merasakan dua kondisi yang sangat berbeda dalam satu hari: siang yang terik dan malam yang dingin.

Fenomena ini bukan sesuatu yang aneh, melainkan bagian dari proses fisika alam yang berlangsung setiap hari di daerah pegunungan Papua. (*)

Penulis : Willem Bobi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *