Beranda Mimika Direktur PTFI : Kami Tidak Ingin Hadir di Tengah Masyarakat yang Gagal

Direktur PTFI : Kami Tidak Ingin Hadir di Tengah Masyarakat yang Gagal

2
0

SELAMA hampir 60 tahun ber­ope­rasi, PT Freeport Indonesia mengalami dua situasi berbeda. Situasi yang pertama ketika Kabupaten Mimika pada saat itu masih menjadi distrik dari Kabupaten Fakfak. 

Berikutnya PT Freeport Indonesia juga punya pengalaman beroperasi ketika Kabupaten Mimika hadir sebagai kabupaten definitif sejak tahun 2000 silam.

Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma menegaskan komitmen perusahaan terhadap kemajuan masyarakat. “Kami berprinsip, kami ingin berhasil, kami ingin maju, tidak hanya bisnisnya, tidak hanya operasinya, tetapi juga masyarakatnya. Kami tidak ingin hadir di te­ngah masyarakat yang gagal,” tegasnya.

Selama 30 tahun terakhir, operasi perusahaan cenderung pasif karena fokus pada penyesuaian kontrak karya dan periode izin usaha pertambangan. Namun, Claus menekankan bahwa perusahaan tetap menjaga kontribusi nyata untuk pembangunan di Papua.

“Kami berkomitmen untuk mendukung, bekerja sama dengan pemerintahan, dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro, untuk program pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, infrastruktur dasar, dan juga transportasi,” jelasnya.

Lima bidang inilah yang kemudian dalam waktu berjalan terus terjadi diskusi, terus terjadi evaluasi untuk menemukan cara-cara terbaik se­hingga kolaborasi ini bisa le­bih efisien. “Dan yang paling penting masyarakat asli Papua bisa menikmati hasil dari pembangunan yang dijalankan di kabupaten ini,” jelasnya.

Claus menutup pernyataan deng­an menegaskan peran perusahaan sebagai mitra pembangunan pemerintah di Papua. “Intinya kami sudah lama menjadi rekan, menjadi partner pemerintah dalam pembangunan di Papua, khususnya di Kabupaten ini,” ujarnya. (*)

Dikutip dari : YPMAK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini