Beranda MIMIKA Program YPMAK Tetap Berjalan Normal Meskipun Ada Pemberlakuan Efisiensi Anggaran 2026,

Program YPMAK Tetap Berjalan Normal Meskipun Ada Pemberlakuan Efisiensi Anggaran 2026,

7
0
Engel Enoch, Ketua Pembina YPMAK

DI tengah dinamika operasional industri tambang dan kebijakan kehati-hatian finansial, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memastikan satu hal penting yakni pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. 

Tahun 2026 memang dihadapkan pada penyesuaian anggaran, namun langkah tersebut tidak menggoyahkan komitmen YPMAK terhadap keberlanjutan program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua.

Dalam rilis yang terima redaksi, kepastian itu ditegaskan langsung oleh Ketua Pembina YPMAK, Engel Enoch. Ia memastikan seluruh program utama pelayanan masyarakat tetap berjalan stabil pada 2026, meski dilakukan efisiensi anggaran sebesar 15 persen. Penyesuaian tersebut merupakan respons atas dinamika ope­rasional PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berdampak pada proyeksi pendanaan ke depan.

Berdasarkan surat resmi PTFI tertanggal 14 November 2025, YPMAK menerima perkiraan pendanaan lima tahun ke depan, yakni periode 2026–2030, dengan kisaran Rp 706 miliar hingga Rp 830 miliar per tahun. Angka tersebut menunjukkan komitmen PTFI terhadap pendanaan YPMAK tetap terjaga, termasuk alokasi Dana Abadi yang dipertahankan sekitar 10 persen setiap tahun. Namun demikian, PTFI juga menyampaikan bahwa forecast pendanaan dapat mengalami penyesuaian secara triwulan, seiring perkembangan kondisi operasional perusahaan.

“Seperti di tahun 2026 nanti, karena adanya musibah di Freeport yang membuat produksi tidak berjalan, sehingga dilakukan efisiensi anggaran,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Engel Enoch bersama para Pembina YPMAK lainnya sepakat melakukan penyesuaian anggaran sebesar 15 persen. Kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga disiplin fiskal, sekaligus memastikan belanja organisasi tetap berada dalam batas alokasi yang tersedia, tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

“Prioritas kami tetap sama, yakni memastikan layanan pendidikan, kese­hatan, dan pemberdayaan ekonomi di YPMAK terus berjalan tanpa gangguan. Penyesuaian ini adalah langkah manajerial untuk menjaga keberlanjutan program, bukan pengurangan komitmen kepada masyarakat,” tegas Engel Enoch, Kamis (4/12).

Selaku lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, YPMAK juga menegaskan bahwa program-program strategis seperti beasiswa pendidikan, bantuan layanan kesehatan, penguatan ekonomi kampung, serta berbagai program multi-tahun tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan. Fokus efisiensi diarahkan pada kegiatan internal dan non-prioritas, termasuk perjalanan dinas, aktivitas seremonial, serta program yang tidak memiliki indikator kinerja yang terukur.

Di sisi lain, Engel Enoch turut menyampaikan harapan kepada seluruh elemen masyarakat agar terus mendukung stabilitas dan keamanan di wilayah operasional PTFI. Menurut Enoch, kondisi operasional yang kondusif akan berdampak langsung pada keberlangsungan perusahaan dan kesinambungan manfaat bagi masyarakat Amungme, Kamoro, serta masyarakat Papua secara luas.

“YPMAK tetap solid, program tetap berjalan, dan komitmen kepada masyarakat tetap kuat. Yang kami lakukan saat ini adalah memastikan setiap rupiah dikelola secara bijak demi keberlanjutan pelayanan jangka panjang,” paparnya.

Dengan kebijakan penyesuaian anggaran tersebut, YPMAK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan akuntabili­tas, serta memperketat monitoring terhadap seluruh mitra dan program. Langkah ini dipandang sebagai fondasi penting untuk memastikan setiap program benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang dilayani. (humas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini