Wabup Mimika Imbau SPPG Beli Pangan dari Petani Lokal untuk Program MBG

oleh -329 Dilihat
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong (IST)
banner 468x60

Timika, SPR| Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika membeli dan memanfaatkan pangan dari petani lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Emanuel menyampaikan hal itu di Timika, Senin, 28 September 2026. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) di Timika dapat bekerja sama dengan dinas teknis di Mimika untuk mendorong SPPG membeli pangan dari petani lokal.

banner 336x280

“Kami sifatnya hanya mengimbau kepada SPPG, kami tidak mempunyai kewenangan untuk mengintervensi. Namun, kami hanya mendorong teman-teman SPPG tolong membantu membeli pangan lokal dengan bekerja sama dengan dinas-dinas terkait untuk pemanfaatan pangan lokal,” ujarnya.

Ia menyebut pembelian pangan dari petani lokal juga akan membantu meningkatkan ekonomi petani di Mimika.

“Kalau ada ketersediaan pangan lokal di sini, kenapa kita harus beli dari luar. Kami akan mencoba untuk melihat, kalau SPPG belum ambil pangan lokal, nanti kami akan menyurat agar pangan lokal ini dimanfaatkan,” kata Emanuel, yang juga Ketua Satgas MBG Mimika.

Emanuel mengatakan, hingga kini pelaksanaan Program MBG di Mimika berjalan seperti biasa dan tidak ada kendala berarti.

“Untuk perkembangan terbaru belum ada tentang pelayanan MBG di Mimika. Kalau ada perkembangan dan informasi terbaru, pasti dari BGN Perwakilan Papua akan melaporkan kepada kami,” ujarnya.

Jumlah SPPG di Mimika mencapai 20 dapur yang tersebar di Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Wania, dan Mimika Timur.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Mimika, 10 dari 20 SPPG di empat distrik tersebut telah membeli pangan dari petani lokal untuk Program MBG.

Komoditas yang dibeli meliputi umbi-umbian, seperti petatas dan keladi, serta sayuran, seperti daun singkong, pakis, daun dan bunga pepaya, serta cabai. Ada pula SPPG yang memesan tomat.

Program MBG di Mimika diluncurkan pada Juli 2025. Hingga kini, pelaksanaannya masih terbatas di wilayah kota, sedangkan wilayah pesisir dan pegunungan belum terjangkau. (ska)

banner 336x280