12 Pokja Highland Perpanjangan PKS, YPMAK Dorong Program Beralih ke Pemberdayaan

oleh -1 Dilihat
Foto bersama usai penandatanganan PKS antara Pokja Program Kampung Higland wilayah kota dan YPMAK, Juma, 14/08/2026. SPR

MIMIKA, SPR | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 12 kelompok kerja (Pokja) dataran tinggi (highland) wilayah kota untuk periode delapan bulan ke depan. Penandatanganan PKS sekaligus sosialisasi arah program YPMAK berlangsung di Kantor YPMAK, Jalan Ahmad Yani, Mimika, Papua Tengah, Jumat (14/8/2026).

Ke-12 pokja yang menandatangani PKS tersebut telah menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan menjalani pemeriksaan.

banner 336x280

Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Perencanaan Program Feri Magai Uamang mengatakan penyelesaian LPJ menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program, karena keterlambatan penyampaiannya dapat menghambat pelaksanaan program pada periode berikutnya.

“LPJ ini penting, karena kalau terlambat, akan menghambat pelaksanaan program,” kata Feri saat menyampaikan arahan kepada 12 pokja tersebut.

Ia menjelaskan, perpanjangan PKS selama delapan bulan akan disertai evaluasi berkala untuk memastikan program yang dijalankan pokja tetap sejalan dengan tujuan dan arah kebijakan YPMAK. Sebagian besar pengurus pokja yang kembali bertugas merupakan pengurus lama yang ditunjuk kembali oleh masyarakat.

“Karena itu, YPMAK berharap para pengurus tersebut dapat menerjemahkan tujuan lembaga ke dalam program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dorong Perubahan Orientasi Program

YPMAK mendorong perubahan orientasi program pokja dari kegiatan padat karya, seperti pembangunan dan pembersihan jalan, menuju pemberdayaan masyarakat yang produktif dan berkelanjutan, antara lain di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Di wilayah dataran tinggi, program kerja sudah diarahkan ke pemberdayaan seperti pengembangan kopi.

“Program pokja diharapkan tidak berhenti pada pembagian bantuan, tetapi dapat menghasilkan kegiatan ekonomi yang terus berkembang,” ujar Feri.

Ia menegaskan, program pemberdayaan ini juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat mengenai pembagian uang secara langsung. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan menjalankan program yang tidak produktif, karena dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, anggaran yang tersedia tetap dapat digunakan untuk program berdampak jangka panjang.

“Pemikiran bagi-bagi uang itu harus diubah. Walaupun anggaran yang ada bisa dibilang sedikit, kalau dimanfaatkan dengan baik, bisa menjadi program yang produktif,” tegasnya.

Pokja Diminta Jadi Duta YPMAK

Feri juga mengingatkan agar seluruh pokja tidak keluar dari tujuan utama lembaga, yakni memberdayakan masyarakat. Menurutnya, pokja tidak hanya bertugas menjalankan program, tetapi juga bertanggung jawab menjelaskan visi, misi, dan arah program YPMAK kepada masyarakat.

Ia menyebut masih ada beberapa pokja yang belum sepenuhnya menjalankan tujuan YPMAK. Bahkan, dalam menghadapi protes masyarakat, menurutnya ada pokja yang justru mengambil posisi di luar semangat kelembagaan YPMAK, padahal pokja merupakan perpanjangan tangan YPMAK di tengah masyarakat.

“Pokja itu harus menjadi duta YPMAK, bukan sekadar menjalankan program,” tutur Feri.

Dengan perpanjangan PKS ini, YPMAK berharap pengurus pokja dapat memperkuat koordinasi, memperbaiki tata kelola, serta memastikan program yang dijalankan produktif, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat Amungme dan Kamoro. (ska)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *