Timika, SPR | Pemerintah Kabupaten Mimika berencana menggelar pertemuan khusus secara berkala bersama insan pers dan media massa untuk mengantisipasi penyebaran informasi yang menyesatkan (hoaks).
Rencana ini disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob dalam Forum Silaturahmi di Pendopo Rumah Negara, Timika, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Sabtu (15/8/2026).
Bupati menyebut sejumlah organisasi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan organisasi lainnya perlu duduk bersama membahas peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik, dengan memperhatikan kaidah Undang-Undang Pers dan kaidah jurnalistik.
Selain dengan insan pers, Bupati mengatakan pemerintah daerah juga akan menggelar pertemuan dengan kelompok-kelompok lain seperti partai politik, kerukunan, dan organisasi profesi.
“Pimpinan daerah tidak dapat bekerja sendiri, sangat membutuhkan kolaborasi, komunikasi serta koordinasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Forum tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan partai politik, dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Bupati juga mengajak seluruh elemen menjaga keamanan dan ketertiban wilayah menyambut perayaan kemerdekaan.
Perkenalkan Kapolres Baru
Pada kesempatan itu, Bupati memperkenalkan Kapolres Mimika yang baru, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, kepada Forkopimda dan tokoh yang hadir.
Kapolres Alredo Agustinus Rumbiak, yang telah menjabat sekitar satu bulan namun berpengalaman bertugas di wilayah Papua sejak 2012 — mulai dari Puncak, Ilaga, hingga Timika — melaporkan situasi keamanan wilayah. Melalui Operasi C3/Sikat Noken, pihaknya menindak 11 pelaku pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor, serta mengembalikan 11 unit kendaraan kepada pemiliknya dalam kurun waktu dua minggu. Ia juga menyebut kondisi jam malam di Timika mulai kondusif, dengan wilayah sepi aktivitas di atas pukul 22.00 WIT.
Terkait konflik antarkelompok dan perang suku, Kapolres menegaskan budaya balas dendam untuk menyamakan jumlah korban sudah tidak relevan dan harus diubah.
“Upaya patah panah belum akan efektif jika pola pikir balas dendam masih dipertahankan,” tegasnya, sembari meminta dukungan para kepala suku untuk menyelesaikan akar persoalan secara mendalam.
Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dalam kesempatan itu mengajak seluruh warga merefleksikan momentum kemerdekaan untuk mempererat kebersamaan tanpa memandang latar belakang, demi kemajuan daerah.
Terkait hambatan pembangunan akibat pemalangan tanah yang tidak sah, Pemerintah Daerah bersama jajaran penegak hukum sepakat mengambil langkah tegas dan memproses hukum pihak yang menghambat program pembangunan. Seluruh peserta pertemuan diminta terus menjaga kondusivitas Mimika tetap aman dan damai. (*ska)









