Mimika, SPR | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Mapuru Jaya berlangsung meriah di Kantor Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (19/8/2026). Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan partisipasi masyarakat secara luas serta menampilkan berbagai unsur budaya dan kerajinan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong hadir memberikan dukungan langsung terhadap pelaksanaan peringatan tahun emas Kampung Mapurjaya.
Secara resmi, Emanuel Kemong, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Mimika, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Mapuru Jaya yang genap berusia setengah abad. Ia menyatakan bahwa perjalanan lima puluh tahun tersebut merupakan sebuah proses panjang yang sarat dengan nilai sejarah, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun kampung.
Menurutnya, momentum ini hendaknya dijadikan sarana untuk mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai kebersamaan, sekaligus meningkatkan semangat gotong royong guna mewujudkan Mapurjaya yang lebih maju.
“Di usia yang ke-50 ini, saya berharap Mapuru Jaya semakin berkembang, serta mampu menjadi kampung yang aman dan damai,” ujar Emanuel.
Ia juga menyampaikan harapannya agar seluruh potensi yang dimiliki Mapuru Jayadapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Distrik Mimika Timur, sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Mimika secara menyeluruh. Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-50 ini sebagai titik tolak untuk melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik, dengan semangat kebersamaan dan pelayanan dalam pembangunan Mapurjaya.
Antusiasme Warga dan Kekayaan Budaya Lokal
Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Timur, Raymond Tanser, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-50 Mapuru Jaya menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali sejarah dan budaya masyarakat, khususnya Mapuru Jaya sebagai bagian dari Distrik Mimika Timur. Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan cukup tinggi, mulai dari perlombaan, pertunjukan lagu, hingga penyampaian alur sejarah terbentuknya Distrik Mimika Timur dan Mapuru Jaya.
Selain pertunjukan budaya, panitia turut menghadirkan pameran kerajinan lokal berupa ukiran dan anyaman sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang selama ini mengembangkan usaha kerajinan, agar produk mereka semakin dikenal dan berkembang lebih luas. Raymond menambahkan bahwa panitia turut mengutamakan makanan hasil olahan masyarakat serta memberikan dukungan dana untuk pertunjukan tari.
Salah satu rangkaian budaya yang menjadi perhatian khusus adalah tradisi pukul tifa, yang berlangsung sejak sore hingga pagi hari dan memiliki nilai sakral karena berkaitan dengan sejarah serta leluhur masyarakat di wilayah Distrik Mimika Timur.
Raymond turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika atas kehadiran serta dukungan mereka dalam kegiatan tersebut, sekaligus mengapresiasi masyarakat yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian peringatan, karena perayaan ini pada dasarnya merupakan momentum milik masyarakat Mapuru Jaya sendiri.
Rencana Pengembangan Menjadi Festival Budaya
Ke depan, Raymond berharap peringatan HUT Mapuru Jaya dapat dikembangkan menjadi festival budaya yang lebih besar, dan pihaknya menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta panitia guna mempersiapkan dukungan anggaran pada tahun 2027. Ia juga menyambut baik rencana pengembangan kegiatan dengan melibatkan sanggar seni, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Pengembangan HUT Mapuru Jaya menjadi festival budaya dinilai berpotensi menarik minat wisatawan, baik dari luar daerah maupun mancanegara, untuk menyaksikan langsung tradisi dan kebudayaan masyarakat di kampung-kampung Distrik Mimika Timur.
Perayaan HUT ke-50 Kampung Mapuru Jaya ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah kabupaten, pemerintah distrik, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Distrik Mimika Timur. (*/ska)










