Timika, SPR | Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengajak generasi muda, khususnya dari Suku Amungme dan Suku Kamoro, menjaga dan melestarikan warisan seni dan budaya leluhur.
Ajakan itu disampaikan Emanuel di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (8/10), saat penutupan Festival Seni Budaya Mimika. Festival berlangsung sejak Senin (5/10).
Menurut dia, seluruh pertunjukan yang disuguhkan selama festival menunjukkan Mimika memiliki warisan budaya yang sangat kaya.
“Semua ini membuktikan budaya kita hidup, kuat, dan merupakan kekayaan yang tidak ternilai. Terima kasih untuk panitia, seniman, budayawan, perajin, sanggar, kuliner, dan para tokoh atas terlaksananya festival ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, berakhirnya festival bukan berarti berakhirnya semangat melestarikan budaya. Festival ini, kata dia, harus menjadi momentum kebangkitan budaya.
“Mari kita terus merawat cerita leluhur dengan mewariskannya kepada anak dan cucu, menghidupkan musik tradisional dengan memainkan dan mengajarkannya kepada generasi muda. Melestarikan busana adat sebagai identitas kita serta mencintai dan mendukung produk lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Emanuel juga menyampaikan pesan kepada seniman dan pelaku budaya bahwa karya yang dipersembahkan dalam festival telah menjadi cermin kekayaan budaya Mimika sekaligus menginspirasi generasi muda. Kepada perajin dan pelaku kuliner, ia menyebut karya dan produk yang dipamerkan merupakan bagian penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif Mimika.
Ia memaparkan sejumlah capaian festival, yakni terdokumentasinya 21 cerita rakyat dan 18 lagu akustik. Festival ini juga menampilkan 19 busana adat dalam peragaan busana bertema Suku Amungme dan Kamoro, serta 14 tarian tradisional yang didokumentasikan dalam bentuk video.
Dari sisi ekonomi kreatif, festival melibatkan 12 sanggar kuliner dan 30 sanggar perajin ukiran dan anyaman. Jumlah pengunjung selama festival mencapai 3.000 orang. Partisipasi generasi muda, khususnya pelajar SMP, SMA, dan SMK, dalam pelestarian budaya juga meningkat.
“Ini pencapaian yang luar biasa yang perlu kita pertahankan dan kita tingkatkan bersama,” ujarnya.
Pada penutupan festival, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Mimika mengumumkan pemenang lomba kategori peragaan busana, cerita rakyat, dan musik akustik. Para pemenang menerima uang pembinaan dan piagam penghargaan.
Festival ini digelar untuk memperingati HUT Ke-30 Mimika pada 8 Oktober dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 pada 17 Oktober. Fokusnya adalah pelestarian pakaian adat, cerita rakyat, musik tradisional, dan budaya Suku Amungme dan Kamoro.
Rangkaian acara meliputi lomba peragaan busana adat, tarian tradisional, musik daerah, cerita rakyat, dan musik akustik, serta pentas seni tradisional. (ska)








