Gubernur Papua Tengah Serahkan Bantuan Alat Pascapanen Kopi untuk Petani di Timika

oleh -299 Dilihat
Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa (kedua dari kiri) menyerahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya Yuen Tabuni (keempat dari kanan) di Kota Timika,Sabtu (24/10/2026).

TIMIKA, SPR | Gubernur Provinsi Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menyerahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Penyerahan bantuan peralatan tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui usaha kopi di Mimika.

“Kopi ini rasanya sama, di pasar (market) yang membedakan adalah kemasannya. Petani kopi juga sudah harus berpikir bagaimana kemasannya. Nanti kami akan bicara dengan kepala dinas Mimika dan juga provinsi agar kemasan apa yang cocok untuk membanggakan kita punya daerah ini,” ujar Meki di Timika, Sabtu.

Meki berharap bantuan alat pascapanen yang telah diterima dapat digunakan secara optimal guna mengembangkan usaha kopi, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi kelompok tani maupun masyarakat.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah saat ini tengah mengembangkan sistem aplikasi khusus. Melalui platform tersebut, petani, nelayan, dan koperasi dapat mengajukan proposal untuk memperoleh dukungan anggaran pengembangan usaha berkelanjutan.

“Kalau aplikasi yang sedang dikembangkan provinsi ini sudah buka silahkan masukan proposal. Semua orang baik di wilayah gunung, pesisir, baik nelayan maupun kelompok tani untuk masukan proposal dan nanti dari tim kajian yang akan mengkaji itu dan siapa yang dapat dan siapa tidak dapat,” kata Meki.

Kopi Jadi Komoditas Unggulan

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah Rafael Heri Nugroho menegaskan, bantuan ini merupakan wujud komitmen Gubernur Papua Tengah untuk menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan dan sumber kesejahteraan masyarakat asli setempat.

“Selama ini petani masih menghadapi kendala di tahap pasca panen. Banyak pengolahan masih dilakukan secara manual, sehingga mutu biji belum seragam, waktu pengolahan lama, dan harga jual di tingkat petani masih rendah. Padahal kualitas kopi sangat ditentukan oleh penanganan setelah panen,” tutur Rafael.

Bantuan yang diserahkan yaitu; 1 unit mesin pengupas kulit kopi basah (pulper), 1 unit mesin pengupas kulit kopi kering (huller), 1 unit mesin sangrai (roasting), 1 unit mesin penggiling (grinder dan1 unit penyegel kemasan (sealer)

Melalui peralatan tersebut, mutu kopi petani diharapkan meningkat dan memenuhi standar pasar. Petani tidak hanya menjual buah ceri (cherry), melainkan mampu memasarkan biji kopi beras (green bean) atau kopi bubuk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Hal ini bertujuan mendongkrak pendapatan petani serta memperluas pengenalan kopi Papua Tengah ke pasar nasional hingga ekspor.

“Bantuan ini tidak berhenti pada penyerahan alat. Dinas akan melakukan bimbingan teknis cara pengoperasian dan perawatan alat, serta pendampingan oleh penyuluh di lapangan,” tambah Rafael.

Apresiasi Petani dan Pemkab Mimika

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Mimika Abdul Haris Sudarmono mengapresiasi upaya Gubernur Papua Tengah dalam memperjuangkan bantuan alat pengolahan kopi dari Direktur Hilirisasi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI hingga berhasil diserahkan.

“Jadi beliau (Gubernur) yang memperjuangkan. Sehingga bantuan alat pengolahan kopi ada lima jenis hari ini diserahkan kepada kelompok tani. Bantuan ini untuk satu kelompok, ke depan kami usulkan lagi untuk kelompok yang lain,” ucap Abdul.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya Yuen Tabuni menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang dinilai sangat meringankan beban kerja petani pascapanen.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur, karena selama ini kami kupas manual, sekarang dengan mesin ini sangat membantu kami,” kata Yuen yang mengelola kebun kopi robusta seluas empat hektare. (ska)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *