Pemkab Mimika Lanjutkan Peningkatan Jalan Inspeksi Irigasi ke Jalan Hasanuddin, Anggaran Rp5 Miliar

oleh -0 Dilihat
Pekerjaan Jalan Inspeksi Irigasi tembusan Jalan Hasanuddin Mimika

Timika, SPR | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melanjutkan peningkatan ruas Jalan Inspeksi Irigasi yang menuju Jalan Hasanuddin. Proyek lanjutan ini memiliki pagu anggaran Rp5 miliar.

Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi mengatakan proyek ini merupakan kelanjutan pekerjaan tahun lalu dan dikerjakan sesuai rencana awal, yakni menghadirkan jalan dengan lebar yang memadai.

“Awalnya ini adalah jalan inspeksi irigasi yang hanya difungsikan untuk kendaraan roda dua. Namun seiring perkembangan kota dan padatnya aktivitas masyarakat, statusnya kita tingkatkan agar bisa dilalui kendaraan roda empat,” kata Yoga di Timika, Kamis (22/10), usai mengikuti seminar di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin.

Menurut Yoga, jalur tersebut kini menjadi salah satu akses utama yang padat karena terhubung dengan sejumlah ruas jalan penting di dalam kota, termasuk Jalan Budi Utomo yang menerapkan sistem satu arah.

“Ini hasil masukan dari masyarakat juga bahwa ini menjadi akses yang sangat padat, karena terkoneksinya berbagai macam ruas jalan dalam kota Mimika, seperti tembus Jalan Budi Utomo satu arah dan Hasanuddin,” ujarnya.

Atasi kemacetan di area sekolah

Yoga menyebut penataan jalan ini juga menjawab keluhan warga soal sempitnya akses di sekitar area sekolah. Kawasan itu kerap macet saat jam antar-jemput siswa dan berisiko memicu kecelakaan.

“Ketika anak-anak sekolah beraktivitas di situ, kemacetannya luar biasa dan orang tua murid bingung mencari tempat parkir. Jalur ini juga rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang sebelumnya sempit. Oleh karena itu, kita lebarkan agar lebih aman dan efisien,” terangnya.

Ke depan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung, seperti trotoar bagi pejalan kaki dan penerangan jalan umum (PJU).

Kendala di lapangan

Yoga mengakui pekerjaan masih menghadapi kendala non-teknis di lapangan. Salah satunya adalah bangunan permukiman warga yang berdiri di atas jalur irigasi.

“Dinamika di lapangan memang bermacam-macam dan kerap menjadi penghambat. Karena itu, kami melibatkan Kepala Distrik dan Lurah untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa ini adalah jalan inspeksi irigasi yang sedang ditingkatkan demi kepentingan bersama,” jelasnya.

Dinas PUPR berkoordinasi dengan pemerintah distrik dan kelurahan untuk melakukan pendekatan persuasif kepada warga.

Fokus tahap lanjutan

Tahap lanjutan ini difokuskan pada penimbunan jalan hingga pengaspalan (hotmix). Pembangunan talud penahan tanah secara menyeluruh masih membutuhkan anggaran dan waktu tambahan.

“Memang butuh biaya besar karena jalurnya harus di-talud lebih tinggi untuk pengamanan konstruksi jalan. Saat ini difokuskan pada penimbunan dan hotmix terlebih dahulu, sementara pengerjaan fisik terus dimaksimalkan,” pungkasnya. (ska)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *