BMKG Timika Ingatkan Warga Waspadai Dampak Kemarau Panjang Akibat El Nino

oleh -0 Dilihat
Petugas BMKG Mimika saat menjelaskan kondisi cuaca. Foto : IST

TIMIKA, SPR | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika, Papua Tengah, mengingatkan warga setempat untuk mewaspadai potensi bencana akibat kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Kemarau berkepanjangan ini dipicu oleh fenomena El Nino yang tengah melanda kawasan tersebut.

Prakirawan BMKG Timika Dwi Christianto, di Timika, Senin (24/8/2026), mengatakan bahwa BMKG pusat telah memantau kondisi El Nino sejak Juni lalu dan diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

banner 336x280

“Menurut prediksi, pada awal Agustus ini hingga Januari 2027, El Nino berada pada level kuat hingga sangat kuat. Itu akan memengaruhi kondisi musim kemarau yang jatuh pada Juni-Agustus sampai September, sehingga akan semakin panjang dan kering,” kata Dwi.

Ia menambahkan, kuatnya dampak El Nino membuat curah hujan yang biasanya turun pada musim hujan—Oktober hingga Maret—diperkirakan berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Khusus buat Mimika, ada pengurangan curah hujan kurang lebih sampai 50 persen, dimulai dari bulan Juni lalu,” ujarnya.

Curah Hujan Turun Signifikan

Selain terdampak El Nino, wilayah Mimika juga berpotensi terdampak La Nina dengan kategori moderat hingga sangat kuat. Dwi memaparkan, data pengukuran BMKG menunjukkan penurunan curah hujan yang cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.

“Di bulan Juni, El Nino-nya kategori moderat, itu curah hujan berkurang. Rata-rata curah hujan Juni di Mimika itu 500 milimeter, tapi tahun ini hanya 378 milimeter. Kondisi serupa juga terjadi di bulan Juli, di mana rata-rata curah hujan 700 milimeter per tahun, namun turun menjadi 276 milimeter setelah kami ukur,” ucapnya.

Ancaman Krisis Air Bersih

Dwi mengatakan, dampak terbesar dari kemarau berkepanjangan ini adalah keterbatasan air bersih akibat berkurangnya volume air tanah. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan terkait, agar dampaknya tidak meluas dan membebani masyarakat. (*/ska)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *