Bupati Mimika Pantau Langsung Pelaksanaan Profiling ASN 2026

oleh -280 Dilihat
Bupati Mimika pantau profiling ASN Mimika, Kamis (27/8/2026). IST

Timika, SPR |  Bupati Mimika Johannes Rettob, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Mimika Hermelina W. Imbiri, S.E., M.Si., memantau langsung pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 di tiga lokasi, Kamis (27/8/2026).

Ketiga lokasi yang ditinjau yakni SMP Negeri 2 Mimika, SMK Tunas Bangsa Mimika, dan SMP YPPK Santo Bernardus Mimika. Di setiap lokasi, Bupati meninjau proses pelaksanaan ujian, memastikan kesiapan panitia, mengecek sarana dan prasarana, serta menyapa peserta yang mengikuti tes pemetaan potensi dan kompetensi.

Kabupaten Mimika memperoleh kuota Profiling ASN sebanyak 2.644 orang. Bupati Johannes mengatakan tidak keberatan apabila kuota tersebut memungkinkan untuk ditambah.

Diharapkan Gambarkan Kondisi Riil ASN

Bupati Johannes berharap hasil Profiling ASN memberikan gambaran objektif mengenai kondisi dan kualitas masing-masing pegawai.

“Kami ingin melihat sejauh mana kualitas masing-masing pegawai, apakah memiliki kompetensi yang memadai, apakah integritasnya terjaga, dan apakah mampu menghadirkan inovasi dalam pekerjaan,” katanya.

Ia menyebut hasil profiling akan menjadi bahan pertimbangan penempatan ASN sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki. “Agar ke depannya kita dapat menempatkan Bapak dan Ibu sekalian pada jabatan dan unit kerja yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki,” tegasnya.

Tekankan Kejujuran dan Kedisiplinan

Bupati Johannes meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan Profiling ASN dengan sungguh-sungguh, jujur, dan disiplin. “Isilah data dan ikuti tes ini dengan sungguh-sungguh dan sejujur-jujurnya. Dari kegiatan ini kita bisa melihat karakter nyata,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kedisiplinan peserta selama peninjauan. “Saat saya datang meninjau, saya memperhatikan kedisiplinan. Ternyata ada peserta yang sangat disiplin, namun sayangnya ada juga yang terlambat hadir,” tambahnya.

Terkait peserta yang tidak dapat hadir karena urusan mendesak, Bupati menyatakan pemerintah memaklumi kondisi tersebut, namun mengingatkan bahwa pelaksanaan Profiling ASN saat ini gratis dan sepenuhnya ditanggung negara. “Hal tersebut kami maklumi dan pahami. Namun perlu diketahui, kesempatan pelaksanaan Profiling ini sepenuhnya gratis dan ditanggung oleh negara bagi kita semua,” jelasnya.

Ia menegaskan Profiling ASN pada waktunya akan menjadi kewajiban. “Prinsipnya, Profiling ini suatu saat akan menjadi kewajiban. Jika tidak dimanfaatkan saat masih gratis, maka di masa mendatang apabila wajib dilaksanakan, biayanya harus ditanggung sendiri oleh yang bersangkutan,” pungkas Johannes. (*/ska)