HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Bupati Mimika: Jangan Hanya Seremonial

oleh -269 Dilihat
HUT GKI ke -70 di Kantor Klasis Mimika

Timika,  SPR | Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Mimika menggelar ibadah syukur memperingati HUT ke-70 GKI di Tanah Papua di Kantor GKI Klasis Mimika, Jalan Hasanuddin, Distrik Mimika Baru, Senin (26/10). Bupati Mimika Johannes Rettob hadir dalam ibadah tersebut dan meminta perayaan tidak dimaknai sekadar seremonial.

Jemaat yang hadir mengenakan batik motif khas Papua berwarna merah.

Johannes mengatakan GKI di Tanah Papua telah menjadi bagian penting dalam sejarah masyarakat Papua, tidak hanya dalam kehidupan iman, tetapi juga di bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, pembinaan karakter, dan pembangunan kehidupan bermasyarakat.

“Momen ini harus menjadi momentum untuk kembali merenungkan perjalanan pelayanan yang telah dilalui, mensyukuri setiap berkat Tuhan, serta memperbarui komitmen untuk terus melayani umat dan masyarakat dengan penuh kasih, ketulusan, dan tanggung jawab,” kata Johannes.

Tema peringatan tahun ini adalah “70 Tahun Bersyukur, Peduli dalam Kasih dan Keadilan, Bersaksi Hadirkan Damai”. Menurut Bupati, tema itu mengingatkan bahwa rasa syukur harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya lewat doa dan pujian, tetapi juga kepedulian kepada sesama, keberanian memperjuangkan keadilan, dan kesediaan menjadi pembawa damai.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jemaat GKI se-Klasis Mimika untuk terus menjadi teladan dalam membangun kerukunan, menjaga persatuan, dan menghadirkan suasana kehidupan yang aman, damai, serta harmonis di Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Peran gereja dalam pembangunan

Johannes juga menyebut gereja memiliki peran penting dalam pembangunan di Mimika, terutama pembangunan manusia.

“Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan manusia secara utuh, baik dari sisi jasmani, rohani, moral, maupun sosial. Dalam hal ini, gereja dan seluruh lembaga keagamaan memiliki peran yang sangat strategis. Gereja bukan hanya menjadi tempat umat beribadah, tetapi juga menjadi tempat pembinaan iman, pembentukan karakter, penguatan keluarga, serta penanaman nilai-nilai moral dan kemanusiaan,” paparnya.

Ia meminta gereja, jemaat, dan masyarakat Mimika memperhatikan pembangunan mental dan karakter generasi muda.

“Anak-anak dan kaum muda harus mendapatkan pendampingan, pendidikan, teladan, serta ruang yang positif untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka. Saya percaya bahwa melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, gereja, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh adat, dan seluruh komponen masyarakat, kita dapat membangun generasi Mimika yang lebih berkualitas, berkarakter, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Rangkaian acara

Ketua Panitia HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Klasis Mimika, Gideon Twenty, mengatakan panitia menggelar lomba paduan suara yang diikuti 19 peserta dari jemaat se-Klasis Mimika pada 25 September 2026. Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan ibadah syukur pada Senin ini.

Khotbah dalam ibadah dibawakan Pdt Dr (Cand) John W. Fouw. Ia berpesan agar setiap jemaat bermanfaat bagi sesama melalui pelayanan, apa pun latar belakangnya.

“Nilai kepedulian itu tidak hanya kepada orang yang sehat, tetapi Tuhan Yesus juga kepada komunitas lainnya, seperti orang mabuk. Nah, bisakah klasis membuat persekutuan orang mabuk? Jadi, berikan mereka layanan firman sewaktu sadar, beritakan firman bahwa tubuh ini adalah bait Allah, agar mereka sadar,” tutupnya. (ska)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *