Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Mamberamo Raya Akui Banyak Program Belum Terealisasi

oleh -0 Dilihat
Bupati Mamberamo Raya, Robby Wilson Rumansara. (IST)

MAMBERAMO RAYA, SPR | Bupati Mamberamo Raya, Robby Wilson Rumansara, bersama Wakil Bupati Kevin Totouw, merefleksikan satu tahun perjalanan kepemimpinan mereka (2025–2030) dengan memaparkan sejumlah capaian sekaligus tantangan yang dihadapi kepada publik. Realisasi program 100 hari kerja yang berfokus pada penyediaan listrik 24 jam dan pembenahan telekomunikasi menjadi fondasi awal pemerintahan keduanya.

Dalam pernyataan terbuka, Bupati Rumansara mengakui masih banyak program yang belum dapat direalisasikan selama tahun pertama kepemimpinannya.

“Tahun kepemimpinan saya dan saudara wakil bupati, saya akui ada banyak hal yang belum kita lakukan,” ujarnya, seraya menyatakan pemahamannya bahwa kondisi ini dapat menimbulkan pertanyaan dan keresahan di tengah masyarakat.

Bupati Rumansara menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menjadi kendala utama dalam merealisasikan sejumlah program.

“Kita diperhadapkan dengan kondisi efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah, ini menjadi kendala utama untuk kita menyelesaikan banyak hal yang mungkin secara politis kita janjikan, tapi juga secara nasional itu menjadi urusan-urusan wajib pemerintah yang harus kita lakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak dari kondisi tersebut dirasakan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga peningkatan ekonomi daerah.

Besarnya alokasi belanja aparatur turut menjadi sorotan. Menurut Bupati Rumansara, dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp700 miliar, sekitar Rp300 miliar di antaranya terserap untuk belanja aparatur akibat jumlah pegawai yang besar.

“Khusus untuk APBD tahun 2026, kita lebih besar belanja aparatur, karena pegawai kita banyak. Sementara APBD kita untuk tahun 2026 cuma Rp700 miliar, setelah kita alokasikan untuk belanja aparatur itu kurang lebih hampir Rp300 miliar. Sisanya kita pakai untuk operasional penyelenggaraan pemerintahan di semua OPD, termasuk pembangunan,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati Rumansara menegaskan komitmennya bersama jajaran pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) untuk terus mencari jalan keluar atas program-program yang belum mendapat pendanaan.

“Banyak yang belum kita lakukan, tetapi sebagai bupati dan wakil bupati, sebagai pemerintah kami bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten, terus berupaya mencari jalan keluar sehingga hal-hal yang belum bisa terdanai dalam program-program prioritas itu bisa kita lakukan,” katanya.

Dengan sisa masa jabatan empat tahun, ia memastikan akan terus melakukan terobosan dan pembinaan demi kemajuan Mamberamo Raya.

“Saya pastikan kita akan terus melakukan terobosan-terobosan, kita akan terus melakukan pembinaan-pembinaan, sehingga nanti Mamberamo Raya akan lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Rumansara mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas berjalannya roda pemerintahan di daerah tersebut.

“Satu yang pasti, hari ini kita sama-sama harus berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan bahwa ada pemerintahan kita. Waktu lalu kita jauh, sekarang pelayanan pemerintah bisa berjalan. Hanya ada kendala-kendala yang kita hadapi, sehingga yang kemarin masih begini, sekarang kita ubah, kita cari model yang tepat, sehingga semua keperluan itu bisa secara bertahap kita penuhi,” pungkasnya. (SPR)