MIMIKA, SPR | Tiga siswa berprestasi dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Mimika bersiap mewakili Kabupaten Mimika sekaligus Provinsi Papua Tengah dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 yang akan digelar di Bogor, Jawa Barat, pada September mendatang.
Ketiga siswa tersebut akan berlaga di cabang olahraga yang berbeda, disesuaikan dengan kategori disabilitas masing-masing. Dua siswa penyandang tunagrahita akan turun di cabang tenis meja dan lari 100 meter putra, sementara satu siswi penyandang tunanetra akan berkompetisi di cabang catur putri.
Jalani Karantina dan Latihan Intensif
Kepala SLBN Mimika, Sunardin, S.Pd., Gr, mengatakan ketiga atlet muda ini tengah menjalani masa karantina sekaligus latihan intensif di sekolah sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.
“Tiga siswa ini sementara jalani karantina di sekolah. Mereka semua sangat siap dan ditempa oleh guru-guru pembina masing-masing,” ujar Sunardin saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).
Sunardin menjelaskan, ketiga atlet memiliki latar belakang pengalaman yang berbeda. Atlet lari 100 meter putra, misalnya, sudah pernah mengikuti O2SN sebelumnya dan berhasil meraih piagam penghargaan, sehingga telah memiliki jam terbang di kompetisi tingkat nasional.
Sementara itu, untuk cabang catur tunanetra, tahun ini menjadi kali pertama SLBN Mimika mengirimkan wakilnya. Keikutsertaan tersebut baru dapat terwujud setelah sekolah menyesuaikan dengan ketentuan batas usia peserta O2SN.
Optimistis Raih Hasil Terbaik
Meski dengan pengalaman yang berbeda-beda, Sunardin optimistis ketiga atletnya mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama Mimika serta Papua Tengah di ajang nasional tersebut.
“Tiga-tiganya sangat bisa diandalkan. Tujuan utama kami adalah agar mereka mendapatkan pengalaman berharga di level nasional dan mampu mengikuti jejak kakak-kakak mereka yang pernah mengharumkan nama daerah di ajang FLS2N,” katanya.
Melanjutkan Jejak Prestasi FLS2N
Sunardin menambahkan, SLBN Mimika sebelumnya telah menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), dengan meraih juara II pada tahun sebelumnya.
Prestasi tersebut, menurutnya, menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa maupun guru pembina untuk terus mengembangkan potensi peserta didik di berbagai bidang, tidak hanya seni, tetapi juga olahraga.
Keikutsertaan tiga siswa SLBN Mimika dalam O2SN 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga memberi pengalaman berharga bagi para atlet muda untuk terus berkembang dan berkompetisi di panggung nasional.
Dukungan dari pihak sekolah, guru pembina, orang tua, hingga masyarakat luas diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi ketiga atlet agar dapat tampil maksimal sekaligus mengharumkan nama Mimika dan Papua Tengah di kancah nasional. (*/ska)
