TIMIKA, SPR – Politeknik Amamapare Timika meluluskan 49 mahasiswa dalam Wisuda ke-14 Program Diploma III dan Wisuda Perdana Program Diploma IV Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Ballroom Hotel Cenderawasih 66, Jumat (24/7/2026). Para wisudawan dinyatakan siap mengabdi di berbagai sektor pembangunan, khususnya di Tanah Papua.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengapresiasi komitmen Politeknik Amamapare dalam mencetak lulusan vokasi yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia kerja. Ia mencatat banyak alumni kampus tersebut telah menempati posisi yang baik dan berprestasi di tempat kerja masing-masing.
“Kami berharap institusi ini terus berkembang, meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kemitraan dengan industri, serta melahirkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing menjawab tantangan masa depan,” ujar Kemong.
Terkait sejumlah usulan dan kebutuhan kampus yang disampaikan dalam acara tersebut, Kemong menjamin akan menindaklanjuti seluruh masukan itu. Ia juga mengingatkan pentingnya memprioritaskan pendidikan bagi putra-putri daerah agar anggaran pembangunan lebih bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Kemong mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika tetap berkomitmen mendukung beasiswa dan kemajuan perguruan tinggi di wilayahnya, meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, anggaran daerah yang pada periode 2023–2024 sempat menyentuh angka hampir Rp7 triliun, kini turun menjadi Rp5,6 triliun pada masa pemerintahannya bersama Bupati Johannes Rettob.
“Tiba-tiba dana ini turun menjadi Rp5,6 triliun saat saya sama Bupati memimpin. Bagaimana dana ini kita bisa atur, memang butuh pengaturan yang baik sehingga semua sektor bisa diperhatikan dengan anggaran yang tersedia,” katanya.
Menjawab aspirasi terkait dukungan kepada perguruan tinggi swasta di Mimika, Kemong menegaskan pemerintah daerah memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk hadir mendukung keberlangsungan perguruan tinggi swasta di wilayah tersebut.
“Kita akan coba melihat lagi untuk perguruan tinggi-perguruan tinggi swasta yang ada ini, dengan cara bagaimana kami memperhatikan apakah beasiswa atau dalam bentuk-bentuk yang lain. Nanti kami akan bahas internal kami dan selanjutnya kami akan sampaikan,” ujarnya.
Di luar isu pendidikan, Kemong turut menyoroti keluhan masyarakat mengenai lambatnya penyerapan dan pelaksanaan pembangunan, yang menurutnya tidak lepas dari proses pembenahan internal yang sedang berlangsung.
“Kami menyadari adanya keluhan masyarakat terkait pembangunan yang dirasa belum maksimal. Ini menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Amamapare, Ir. Herman Dumatubun, S.T., M.T., menyampaikan pihaknya berfokus menjadikan kampus tersebut sebagai politeknik bermutu dan terunggul di bidang teknologi terapan di Tanah Papua, yang nantinya berkembang hingga tingkat nasional dan internasional. Ia menyebut kampus saat ini memiliki dua lokasi dengan total mahasiswa aktif sekitar 540 orang, mayoritas berasal dari wilayah Papua.
Pada wisuda kali ini, jenjang Diploma III meluluskan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan, sedangkan jenjang Diploma IV yang baru pertama kali dibuka meluluskan mahasiswa Program Studi Teknik Rekayasa Instalasi Listrik. Dua program studi lainnya, yakni Teknik Rekayasa Otomotif dan Teknik Sipil, direncanakan mewisudakan angkatan perdananya tahun depan.
Dumatubun menambahkan, dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di kampusnya juga terlihat dari berbagai beasiswa yang diterima mahasiswa, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah, serta dana penelitian dosen yang dalam dua tahun terakhir turut menembus ratusan juta rupiah. Pihaknya, kata dia, terus berupaya melengkapi kualifikasi dosen dan menyelesaikan pembangunan fasilitas kampus.
“Kami melepas 49 wisudawan dengan harapan mereka tetap menjaga nama baik almamater dan membawa manfaat bagi masyarakat Papua secara khusus,” tegas Dumatubun.
Kepala LLDikti Wilayah 14, Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil (Oxon), dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan untuk tetap menjaga identitas dan budaya daerah di tengah kemajuan teknologi. Ia mengajak lulusan untuk tidak hanya mengandalkan kecerdasan buatan, melainkan tetap melatih kemampuan berpikir kreatif dan inovatif yang lahir dari inspirasi serta nilai-nilai keimanan.
“Di era yang serba canggih ini, ada tiga hal penting: Tuhan, perhatian, dan waktu. Kita harus menjadi penguasa atas perhatian dan waktu kita sendiri, bukan sebaliknya dikuasai hal-hal di luar kendali kita,” pesan Mofu.
Wakil Direktur I Bidang Akademik, Ir. Obed Patiung, S.T., M.T., secara resmi membacakan keputusan kelulusan yang menetapkan seluruh wisudawan telah memenuhi syarat akademik dan berhak menyandang gelar Ahli Madya untuk jenjang Diploma III serta Sarjana Terapan untuk jenjang Diploma IV. Keputusan tersebut berlaku sejak ditetapkan pada 24 Juli 2026.
Acara wisuda ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua dan keluarga wisudawan.
