
Ratusan hewan kurban disembelih di penjuru Mimika hari ini. Di balik setiap potongan daging yang sampai ke tangan warga, ada puluhan petugas yang bekerja keras memastikan semuanya aman — termasuk menangani temuan mengejutkan di salah satu organ.
TIMIKA, Papua Tengah – Suarapapuaraya.com | Tepat saat ribuan warga Muslim di Kabupaten Mimika menunaikan ibadah penyembelihan kurban pada Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Mimika diam-diam bergerak di lapangan. Sebanyak 30 petugas menyebar ke berbagai masjid dan titik pemotongan hewan untuk menjalankan tugas yang tidak kalah penting: memastikan setiap daging yang sampai ke meja makan warga benar-benar aman.
Kepala Disnakkeswan Mimika, Emma Kornelia Korwa, menjelaskan bahwa para petugas difokuskan pada pemeriksaan post-mortem — yakni pengecekan menyeluruh pada organ dan daging hewan setelah proses penyembelihan selesai dilakukan. Sasaran utama mereka adalah masjid-masjid penerima bantuan hewan kurban dari Pemerintah Daerah (Pemda), meski pengawasan juga mencakup hewan kurban dari masyarakat umum.
“Kami menyebar 30 petugas ke seluruh masjid penerima bantuan Pemda untuk memastikan ternak kurban benar-benar sehat dan layak dikonsumsi,” kata Emma di sela-sela pengawasan lapangan.
Petugas menemukan parasit cacing pada organ hati salah satu hewan kurban. Organ yang terinfeksi langsung dipisahkan dan tidak didistribusikan kepada warga.
Temuan ini sempat memancing perhatian di lapangan. Namun Emma segera memberikan klarifikasi yang menenangkan: infeksi cacing hanya terlokalisir di organ hati dan tidak menyebar ke bagian daging. Prosedur penanganan pun langsung diterapkan begitu temuan teridentifikasi.
“Memang ada temuan cacing pada bagian hati, tetapi organ yang terinfeksi sudah langsung dipisahkan. Secara keseluruhan, daging dinyatakan aman dan layak konsumsi karena cacing tersebut tidak menyebar ke bagian daging.” Jelas Emma Kornelia Korwa, Kepala Disnakkeswan Kabupaten Mimika
Pengawasan ketat ini mencerminkan keseriusan Disnakkeswan Mimika dalam menjaga keamanan pangan di momen ibadah yang melibatkan distribusi daging dalam skala besar. Dengan 30 petugas yang tersebar di lapangan, warga Mimika diharapkan dapat merayakan Idul Adha 1447 H dengan tenang — menikmati hidangan kurban yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga terjamin keamanannya dari sisi kesehatan. (*/spr)

























