Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Santy Sondang, SE, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para sekretaris di lingkungan Pemkab Mimika. Foto : Dok Diskominfo Mimika

TIMIKA, suarapapuaraya.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelar rapat koordinasi strategis guna membahas pembenahan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Rapat yang berlangsung pada Selasa (14/04) ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santy Sondang, SE, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dilansir dari situs Diskominfo Mimika, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah,Nalen Situmorang,memaparkan adanya kebijakan penghentian sementara (suspend) terhadap sejumlah unit SPPG di Mimika. Tercatat 11 dari total 18 unit sedang dalam tahap pembenahan teknis dan administrasi.

Adapun sebaran unit yang mengalami penangguhan meliputi: Distrik Wania 4 unit, Distrik Mimika Baru 3 unit, Distrik Kuala Kencana 3 unit dan Distrik Mimika Timur 1 unit.

Nalen Situmorang menegaskan bahwa langkah ini bukan merupakan penghentian permanen, melainkan upaya standardisasi.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh satuan pelayanan memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi teknis maupun administrasi,” ujar Nalen Situmorang.

Lebih lanjut, BGN menjelaskan bahwa pembenahan fokus pada dua aspek utama, yakni perbaikan fasilitas pembuangan limbah (IPAL) pada delapan unit dan transisi manajerial yayasan pengelola pada tiga unit lainnya.

Nalen menekankan pentingnya aspek higienitas dan dampak lingkungan dalam operasional SPPG ke depan.

“Badan Gizi Nasional berkomitmen menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga ramah lingkungan. Untuk itu, setiap SPPG diwajibkan memiliki IPAL portabel yang saat ini sedang dalam proses pengadaan,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, memberikan instruksi tegas agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Beliau menekankan bahwa hambatan teknis tidak boleh mengorbankan kepentingan gizi anak-anak di Mimika.

“Pemenuhan gizi anak-anak adalah prioritas utama. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mempercepat pemenuhan persyaratan teknis agar program ini dapat kembali berjalan normal,” tegas Emanuel Kemong.

Wabup juga merencanakan tinjauan lapangan dalam waktu dekat guna memastikan solusi yang diambil tepat sasaran dan implementatif.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan langkah yang diambil tepat sasaran,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini ditutup dengan kesepahaman antar-sektor untuk memperkuat sinergi lintas OPD. Pemkab Mimika menargetkan agar unit-unit SPPG yang saat ini ditangguhkan dapat segera beroperasi kembali setelah memenuhi seluruh kualifikasi teknis, sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan kembali oleh masyarakat luas secara optimal. (spr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini