
Perjalanan Bodo/Glimt sebagai tim “kuda hitam” di Liga Champions musim ini digambarkan sebagai sebuah “dongeng” yang luar biasa sebelum akhirnya terhenti di babak 16 besar. Sebagai tim yang berasal dari Lingkar Arktik, Norwegia, mereka berhasil mencuri perhatian dunia lewat performa impresif melawan klub-klub raksasa Eropa.
Bodo/Glimt harus angkat koper dari babak 16 besar Liga Champions setelah kena comeback oleh wakil Portugal, Sporting CP. Datang ke leg kedua dengan modal kemenangan agregat 3-0, tim berjuluk “Lingkar Arktik” ini justru hancur di markas Sporting dengan skor 5-0.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah poin-poin penting dalam perjalanan luar biasa mereka:
- Menumbangkan Raksasa Eropa: Dalam fase liga, Bodo/Glimt secara mengejutkan berhasil mengalahkan tim-tim besar seperti Manchester City dan Atletico Madrid.
- Menyingkirkan Inter Milan: Mereka memastikan tempat di babak 16 besar setelah berhasil menyisihkan runner-up Liga Champions 2023, Inter Milan, di babak playoff.
- Modal Kuat di Babak 16 Besar: Bodo/Glimt sebenarnya hampir melangkah lebih jauh setelah mengantongi keunggulan agregat 3-0 saat bertandang ke markas Sporting CP pada leg kedua.
- Akhir Perjalanan (Comeback Sporting): Dongeng mereka berakhir setelah Sporting CP melakukan comeback dramatis dengan menang 5-0 (setelah perpanjangan waktu), sehingga Bodo/Glimt kalah agregat 3-5. Pelatih Kjetil Knutsen mengakui bahwa pada laga penentuan tersebut, beban pertandingan terasa terlalu besar bagi timnya.
- Keuntungan Finansial: Meski tersingkir, keberhasilan menembus babak 16 besar memberikan keuntungan finansial yang besar bagi klub, yakni sekitar 11 juta Euro atau setara Rp 215 miliar.
Reputasi Bodo/Glimt sebagai pembunuh tim raksasa sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa musim terakhir di kompetisi Eropa, termasuk saat mereka menghancurkan AS Roma asuhan Jose Mourinho dengan skor 6-1 di UEFA Conference League 21 Oktober 2021. (*/Spr)



























