Babak 16 Besar - Leg Pertama - Bodo/Glimt v Sporting CP - Stadion Aspmyra, Bodo, Norwegia - 11 Maret 2026, Ole Didrik Blomberg dari Bodo/Glimt mencetak gol kedua mereka. Foto : Mats Torbergsen/NTB/

Suarapapuaraya | Klub asal Norwegia, FK Bodø/Glimt, kini menjadi buah bibir dunia sepak bola setelah mencatatkan rekor tak terkalahkan sepanjang tahun 2026 di ajang UEFA Champions League (UCL). Dilansiir dari berbagai sumber, tim asuhan Kjetil Knutsen ini bertransformasi dari tim kuda hitam menjadi “pembunuh raksasa” yang kini selangkah lagi menuju babak perempat final.

Kebangkitan Pasca Fase Liga yang Sulit

Perjalanan Bodø/Glimt musim ini bagaikan rollercoaster. Setelah menyingkirkan Sturm Graz dengan agregat telak 6-2 di babak kualifikasi, mereka sempat tertatih-tatih di awal fase liga. Dalam enam pertandingan pertama di tahun 2025, Glimt gagal meraih satu pun kemenangan, termasuk kekalahan menyakitkan dari Juventus dan Galatasaray.

Namun, titik balik bersejarah terjadi pada 20 Januari 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Aspmyra Stadion yang membeku, Bodø/Glimt mempermalukan raksasa Inggris, Manchester City, dengan skor telak 3-1. Momentum ini berlanjut dengan kemenangan tandang 2-1 atas Atlético Madrid, yang mengunci posisi mereka di peringkat ke-23 klasemen akhir fase liga.

Menaklukkan San Siro

Kejutan tidak berhenti di situ. Pada babak knockout play-off, Glimt dipertemukan dengan raksasa Italia, Inter Milan. Tanpa rasa gentar, klub berjuluk Den Gule Horde (Tentara Kuning) ini menyapu bersih kedua leg.

Setelah menang 3-1 di kandang, mereka terbang ke Milan dan kembali mempermalukan tuan rumah dengan skor 2-1 di San Siro. Kemenangan agregat 5-2 ini disebut-sebut sebagai salah satu performa tim Skandinavia terbaik dalam sejarah kompetisi Eropa.

Ambisi Perempat Final

Terbaru, pada leg pertama babak 16 besar yang berlangsung 11 Maret 2026, Bodø/Glimt kembali menunjukkan taringnya dengan melibas wakil Portugal, Sporting CP, tiga gol tanpa balas. Bintang lokal, Jens Petter Hauge dan Ole Didrik Blomberg, tampil gemilang dalam laga tersebut.

“Kami tidak hanya datang untuk berpartisipasi. Kami bermain dengan identitas kami, tidak peduli siapa lawannya,” ujar pelatih Kjetil Knutsen dalam konferensi pers pasca laga.

Dengan modal kemenangan 3-0, Bodø/Glimt hanya membutuhkan hasil imbang atau kalah tidak lebih dari dua gol pada leg kedua di Lisbon (17 Maret) untuk memastikan tempat di babak delapan besar. Jika berhasil, ini akan menjadi pencapaian tertinggi klub asal Norwegia di format baru Liga Champions. (spr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini