
Nabire, suarapapuaraya.com | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik dan pembentukan karakter bagi pelajar. Hal ini diperlukan guna menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Sekolah tidak boleh hanya fokus pada nilai akademik siswa, tetapi juga wajib membentuk karakter, seni budaya, dan keterampilan pelajar,” ujar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, saat menutup Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 di Nabire, Sabtu (27/6).
Festival yang diikuti oleh ratusan pelajar SMA dan SMK dari delapan kabupaten se-Papua Tengah ini menobatkan Kabupaten Deiyai sebagai Juara Umum dengan raihan hadiah sebesar Rp43 juta.
Ketua Panitia Festival, Deni Tenouye, menjelaskan bahwa ajang ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari lomba tari kreasi, musik akustik lokal, pameran stan budaya, peragaan busana, kreasi kuliner lokal, hingga lomba bertutur cerita.
“Festival ini adalah upaya nyata kami untuk membangun identitas, menggali potensi kreatif, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Papua Tengah di kalangan generasi muda,” kata Deni.
Merespons antusiasme tersebut, Gubernur Meki Nawipa meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Tengah agar tidak menjadikan festival ini sebagai agenda seremonial tahunan belaka. Ia menuntut adanya program pembinaan yang berkelanjutan.
dikutip dari Antara, Gubernur Papua, Meki Nawipa mengatakan, “Perlu ada tindak lanjut nyata. Mulai dari pendataan potensi peserta, dokumentasi karya, hingga penyediaan ruang tampil yang terarah dan berkelanjutan,” tegas Meki.
Meki menambahkan, pelajar Papua Tengah harus dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan adaptif tanpa harus kehilangan jati diri mereka sebagai anak adat. Namun, tanggung jawab ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak.
Untuk itu, Pemprov Papua Tengah mendorong adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pihak sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, hingga para pelajar itu sendiri agar proses pembinaan karakter dapat berjalan optimal. (*/spr)



























