
TIMIKA — suarapapuaraya.com | Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) resmi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Kampung di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Pembentukan ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Kampung 2026 antara YPMAK dan Pokja Kampung Pigapu, Kamis, 4 Juni 2026.
Untuk diketahui, Program Kampung adalah inisiatif YPMAK — pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia — untuk meningkatkan penghasilan dan perekonomian masyarakat melalui kegiatan yang dikelola secara bersama.
Staf Divisi Program Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, menegaskan prinsip utama program ini sederhana namun tegas. “Masyarakat wajib bekerja terlebih dahulu sebelum mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Fakta Penting Program Kampung 2026 di Pigapu
- 📅 Periode pelaksanaan: 1 Juni 2026 – Januari 2027 (8 bulan)
- 👩 Kuota perempuan: Minimal 40 persen penerima manfaat
- 📋 Transparansi wajib: Laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan papan informasi kegiatan
- 🏛️ Pelibatan aparat kampung di setiap tahapan program
Ketua Pokja Kampung Pigapu, Herman Tahiripau, menyebut komoditas kelapa sebagai tulang punggung program di wilayahnya. Alasannya kuat yaitu letak geografis Kampung Pigapu yang berada di kawasan pesisir menjadi keunggulan alami.
“Kelapa di Pigapu tumbuh subur karena berada di wilayah pantai. Buahnya besar dan pertumbuhannya cukup cepat,” ujar Herman.
Pada 2025, masyarakat telah menanam kelapa di lahan seluas sekitar 100 x 550 meter. Tahun ini, areal tanam direncanakan diperluas dengan target ribuan pohon.
Herman mengajak seluruh warga mendukung keberlanjutan program, khususnya perkebunan kelapa yang telah berjalan. Ia optimistis pengembangan komoditas ini akan memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Pigapu di masa mendatang. (spr)



























