
TIMIKA – suarapapuaraya.com | Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, memberikan klarifikasi tegas mengenai stabilitas hubungan kerja dalam duet kepemimpinan Johannes Rettob – Emanuel Kemong (JOEL). Penegasan ini disampaikan untuk menepis berbagai spekulasi publik dan isu miring terkait adanya jarak komunikasi di internal pemerintahan.
Dalam sambutannya pada peringatan satu tahun kepemimpinan JOEL yang diselenggarakan di Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (25/3/2026), Emanuel memastikan bahwa sinergitas antara dirinya dan Bupati Johannes Rettob tetap berjalan harmonis meski di tengah padatnya agenda daerah.
Emanuel mengakui bahwa dinamika pekerjaan dalam menangani persoalan daerah yang kompleks sering kali menyita waktu, sehingga intensitas pertemuan di ruang publik mungkin terlihat berkurang. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut sama sekali tidak memengaruhi koordinasi pemerintahan maupun hubungan personal keduanya.
“Jangan mendoakan agar kami berjarak. Kami berdua tetap bersama seperti yang Bapak-Ibu lihat hari ini. Kami tetap bersinergi dengan Forkopimda, tokoh lintas agama, dan seluruh masyarakat,” tegas Emanuel di hadapan tamu undangan.
Selain menekankan kekompakan internal, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pola komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika sangat terbuka terhadap masukan, selama disampaikan melalui saluran yang tepat dan bertujuan untuk membangun daerah.
Emanuel mengimbau masyarakat untuk lebih mengedepankan ruang diskusi dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul, guna menjaga kondusivitas wilayah.
“Jika ada persoalan, mari berdiskusi. Kami terbuka menerima kritik yang konstruktif dan memberikan solusi, bukan kritik yang tanpa arah,” pungkasnya.
Melalui momentum satu tahun kepemimpinan ini, pasangan JOEL berkomitmen untuk terus menjaga soliditas demi menjalankan roda pemerintahan yang efektif. Emanuel berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar visi dan misi pembangunan di Kabupaten Mimika dapat terealisasi tanpa terganggu oleh isu-isu yang tidak produktif. (*/spr)


























