
TIMIKA – suarapapuaraya.com, Kelompok pendulang emas tradisional secara resmi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk menginisiasi pembentukan koperasi khusus yang berfungsi sebagai wadah pembelian hasil dulangan warga. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen atas persoalan tata kelola jual beli emas di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Koordinator Pendulang, Simon Rahanjaan, usai aksi blokade jalan yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Timika, pada Rabu (25/3/2026). Simon menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memfasilitasi para pendulang yang selama ini menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah.
Simon menjelaskan bahwa pembentukan koperasi bukan sekadar keinginan kelompok, melainkan sebuah kebutuhan strategis agar transaksi emas memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak.
“Harapan kami untuk Pemerintah bisa merespons teman-teman pendulang ini, mungkin dibuat dalam bentuk koperasi (untuk membeli emas hasil dulang) yang pada akhirnya pajak ini akan dibayar ke Pemerintah Daerah,” ujar Simon kepada awak media.
Lebih lanjut, Simon memaparkan data bahwa jumlah pendulang tradisional di Mimika saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang. Skala ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas ini sangat signifikan bagi ekosistem bisnis lokal lainnya.
“Perputaran dari pendulang yang 10.000 orang ini satu hari bisa mencapai satu miliar rupiah. Hitungannya mulai dari jasa ojek, pembelian makanan, hingga belanja di pasar-pasar tradisional. Jadi, pendulang ini sebenarnya sangat membantu perputaran ekonomi di Kabupaten Mimika,” tambahnya.
Selain pengadaan koperasi, pemerintah juga diminta untuk proaktif berkoordinasi dengan investor yang memiliki izin resmi pembelian emas agar dapat menyerap hasil dari pendulang tradisional secara konsisten. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya aksi-aksi massa yang berpotensi mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
“Harapan kami kepada Pemerintah, kalau bisa merespons baik, kita duduk sama-sama dan bicarakan solusinya. Ini penting supaya di kemudian hari tidak ada lagi kendala yang mengganggu kamtibmas di Kabupaten Mimika,” pungkas Simon. (*/spr)


























