
TIMIKA – suarapapuaraya.com | Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menekankan pentingnya transformasi pola pikir masyarakat kampung dari ketergantungan bantuan menuju kemandirian ekonomi. Dalam sebuah wawancara eksklusif melalui platform Mimika Center, yang ditayangkan 26 Nov 2025 lalu. Beliau menegaskan bahwa kemandirian adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk menghadapi realitas hidup yang penuh tantangan.
Menurut Kemong, masyarakat tidak boleh terlena dengan berbagai fasilitas cuma-cuma yang ada saat ini. Ia memandang bahwa keberlanjutan hidup sebuah komunitas bergantung pada sejauh mana mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Emanuel Kemong menjelaskan bahwa kebijakan yang ia pikirkan tidak terbatas pada periode singkat lima tahunan, melainkan sebuah visi strategis untuk dua dekade ke depan. Beliau mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika masyarakat terus-menerus “dimanjakan” oleh bantuan tanpa adanya persiapan mandiri.
“Saya tidak hanya berpikir untuk 5 tahun, tapi untuk 10 hingga 20 tahun ke depan. Kita harus bersiap, karena jika suatu saat kebijakan berubah dan layanan tidak lagi gratis, masyarakat yang tidak mandiri akan mengalami kesulitan besar,” ujar Wakil Bupati Mimika, EmanuelKemong dalam wawancara tersebut.
Dalam paparannya, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi landasan mengapa kemandirian ekonomi masyarakat kampung harus menjadi prioritas diantaranya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan dana kampung gratis dipandang hanya sebagai stimulan sementara. Beliau mengingatkan agar masyarakat tidak “tertidur” dan hanya menikmati fasilitas tersebut tanpa membangun kapasitas diri.
“Keberadaan operasional PT Freeport Indonesia maupun kebijakan pemerintah bersifat dinamis, Kami berharap masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar agar tetap tangguh meski terjadi perubahan kepemimpinan atau kondisi perusahaan” Kata Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengingatkan.
Wakil Bupati juga, menekankan bahwa hidup adalah sebuah perjuangan di mana tidak ada sesuatu yang benar-benar gratis tanpa usaha. Kemandirian ekonomi akan melahirkan masyarakat yang memiliki daya juang tinggi dan harga diri yang kuat.
Dalam wawancara tersebut, Emanuel Kemong memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang telah menunjukkan semangat juang, seperti para ibu yang berkebun dan berjualan di pasar demi menyekolahkan anak-anak mereka. Baginya, peran pemerintah adalah hadir sebagai pendukung bagi mereka yang sudah berusaha.
“Pemerintah hadir untuk menjemput semangat kerja keras itu, melalui ruang seperti UMKM atau memberikan solusi saat masyarakat menemui titik buntu. Kita tidak hadir untuk melayani mereka yang sekadar ‘minta-minta’ tanpa usaha,” tegasnya.
Bagi Emanuel Kemong, kemandirian ekonomi adalah cara untuk memastikan kemajuan yang dirasakan masyarakat bersifat permanen dan berakar pada kekuatan kolektif warga itu sendiri. Beliau meyakini bahwa hanya individu yang bekerja keraslah yang benar-benar mampu menikmati arti kehidupan yang sesungguhnya. (mtn)


























