Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. (IST)

Bagi kaum perempuan Papua yang bertugas di Kepolisian Republik Indonesia boleh dibilang cukup berprestasi, mulai dari AKBP (Purn) Esterlini Sroyer, BA yang pernah menjadi Kapolres Biak Numfor. Bukan hanya itu saja ada pula Kombes Y Mince Mayor yang menjabat Kapolres Dogiyai yang baru saja diganti.

Terkini, seperti dikutip dari ulasan.co, ada perempuan asal Sentani dari Heram Dasim Kleublouw, Sentani Timur Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, bernama lengkap, Komisaris Besar (Kombes) Pol Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. Ia kini menduduki posisi penting di Polda Kepulauan Riau sebagai Kabid Humas.

Ayahnya mendiang Sefnath Tembu Ohei, seorang purnawirawan TNI AL sekaligus Ondoafi, tokoh adat diatas kepala suku di wilayah Heram Dasim Kleublouw, Sentani, Papua. Ibunya, Sri Indiati Ohei, adalah perempuan Jawa asal Solo. Ia lahir di Jayapura, Papua pada 11 November 1976, merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Salah satu saudara perempuannya, Fibiolla Ohei, kini menjadi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Provinsi Papua.

Kakeknya, Silas Ohei (Ohee) adalah mantan Kepala Kantor Wilayah Penerangan Provinsi Irian Barat (Irbar) 1970 an dan menguasai lima bahasa asing termasuk bahasa Jepang serta bahasa Biak. Keahlian Silas Ohei menguasai steno, sehingga pernah menjadi wartawan di era Nederlands Nieuw Guinea di media cetak Pengantara hingga jaman pemerintah Indonesia menerbitkan media Tjenderawasih yang terbit pada 28 Oktober 1962 bersama almarhum Fred Hengga jurnalis Papua di era 1960 hingga 1970 an.

Darah humas jelas telah mengalir pada cucu dari Silas Ohei ini sehingga, Komisari Besar (Kombes) Pol Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. menempati posisi strategis di Polda Riau sebagai Kabid Humas Polda Kepri. Tak heran kalau saudara perempuannya yang juga anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Fibiolla Ohei, dalam akunfacebook.com pribadinya turut mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi saudaranya.

Berkat kerja kerasnya ia berhasil menembus batas di institusi yang selama ini didominasi kaum laki-laki. Hal ini semua tumbuh berkat lahir dari keluarga sederhana dan nilai kedisiplinan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang ditanamkan sejak dini.

Dua kali jabat Kapolres
Meski bukan mengawali pendidikan polisi dari Akademi Kepolisian, tetapi dari Bintara,karier Nona Ohei boleh dibilang melejit, sebab telah dua kali pernah menjadi Kapolres. Pertama di Kapolres Pemalang dan kedua Kapolres Banjarnegara pada periode 2017 hingga akhir 2018.
Selepas jabatannya di Polda Jawa Tengah, sebagai Kapolres selanjutnya ia menempati posisi strategis di Mambes Polri. Selama di sana, ia bertugas di Bareskrim Polri, menangani berbagai kasus strategis mulai dari tindak pidana korupsi, cyber crime, tindak pidana perbankan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Cita-cita, dokter, Kowad dan Polisi
Sejak kecil di Pulau Jawa bercita-cita ingin menjadi dokter, atau Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan Polisi, tetapi akhirnya memilih polisi, meski ia sempat kuliah di Fakultas Teknik, jurusan Sipil (bangunan) tapi tak menyelesaikan kuliahnya. Akhirnya cita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan) memasuki kariernya sebagai Bintara Polri pada 1997. Prestasi ini menorehkan kariernya meningkat melalui pencapaian pendidikan lanjutan dari Bintara ke Perwira.

Kepolisian Republik Indonesia, saat itu, memberikan kesempatan kepada polwan berprestasi untuk mengikuti program D3 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), bagian dari program kaderisasi pimpinan polwan masa depan. Peluang ini tak disia-siakan oleh perempuan asal Sentani ini, untuk mengikuti program D3 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) di Jakarta. Ini merupakan, bagian dari program kaderisasi pimpinan polwan masa depan. “Alhamdulillah, tertinggi,” ujarnya sebagaimana dilansir dari laman internet, ulasan.co, Kamis (23/4/2026).

PTIK dan SESPIMEN Polri, Kabid Humas
Selepas pendidikan dan lulus dari D3 Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan menjadi perwira, ia bertugas di Polda Metro Jaya sebagai penyidik tindak pidana korupsi (2001-2007). Tak berselang lama, ia melanjutkan pendidikan S1 PTIK, dan selanjutnya berdinas di Bareskrim Polri sebagai penyidik tindak pidana perbankan (2009).

Kemudian, 2013, ia kembali ke Polda Metro sebagai Kanit Tipikor. Dua tahun di Polda Metro Jaya, ikut pendidikan Sespimmen Polri. Pendidikan (SESPIMEN Polri) ini adalah sekolah staf dan pimpinan menengah Polri yang mendidik perwira menengah Polri dengan pangkat AKBP dan Kompol.

Ia juga pernah meraih prestasi internasional dalam pelatihan Law Enforcement for Police Women bagi Polwan Indonesia, Nona menjadi salah satu peserta yang berhasil meraih juara pertama. Usai pendidikan SESPIMEN Polri, kariernya terus meningkat karena berprestasi hingga menjabat sebagai Kapolres dan di Mabes Polri, hingga kini menjabat Kabid Humas Polda Kepri.

Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. secara resmi menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggantikan Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si.
Pengangkatan tersebut ditandai melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., di Lobby Utama Polda Kepri, Rabu, 7 Januari 2026. Sebelum menjabat Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei mengemban tugas sebagai Penata Kehumasan Polri Madya Tk. III Divhumas Polri.

Ibu rumah tangga dan disiplin polisi
Di sela-sela kesibukan sebagai Kabid Humas Polda Kepulauan Riau yang selalu sibuk sebagai juru bicara yang berkomunikasi dengan berbagai pihak terutama insan pers di Kepulauan Riau. Ternyata tugas mulia sebagai ibu rumah tangga tak lupa dilakukan, terutama melayani suami seorang wiraswasta dan dua anaknya.

Ia menuturkan, kegiatan rutin biasa di rumah, setiap pagi harus bangun lebih awal untuk mengurus anak sebelum berangkat kerja. Mulai dari mengantarkan mereka ke sekolah, dan tetap hadir dalam apel pagi tanpa absen.
Sore hari, setelah pulang dari dinas di Mabes Polda Kepulauan Riau, ia selalu memastikan bahwa anak-anak terpantau baik dijemput sendiri, dibawa ke kantor, atau dimonitor belajar hingga malam.(*)

Reporter : Dominggus A Mampioper

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini